Kamis, 26 Desember 2013

Perekonomian Indonesia


Perekonomian Indonesia saat ini sangat miris, masih banyak rakyat indonesia yang belum bisa merasakan buah dari kemerdekaan.
Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan berlimpah, mulai dari SDM,maupun SDA ,
dua pokok utama ini yang menjadi sasaran negara lain , yang ingin menguasai sebagian bahkan seluruh tanah indonesia karena mempunyai aset vital yang amat besar bahkan bisa memenuhi kebutuhan jangka panjang terhadap perekonomian suatu negara,hal ini yang disayangkan kita semua sebagai rakyat Indonesia.

Indonesia belum mampu berdiri untuk mengolah tanah air ini, Terlalu banyak aset vital indonesia yang masih diambil alih negara lain, hal inilah yang memhambat perkonomian Indonesia untuk menjadi lebih baik.

Indonesia mampu berkembang bahkan mampu merubah title negara berkembang menjadi negara maju, hal ini tentunya di sebabkan oleh aset vital Indonesia ,karena dengan mengolah semua aset vital negara Indonesia, indonesia mampu membiayai hutang serta membangun perekonomian yang lebih baik, dan jika hal ini bisa terwujud dengan kerjasama yang baik , 40-tahun kedepan saya yakin Indonesia mampu menjadi negara maju dan menjadi negara peng-ekspor bahan pangan negara lain, terlalu banyak aset-aset indonesia yang disewakan terhadap negara lain , yang demikian itu tidak mampu membuahkan hasil bahkan mereka negara yang mengolah lebih makmur dari pada negara yang mempunyai aset terolah, hal ini menjadi kewajiban kita untuk mengebalikan aset Indonesia.

Memang hal ini tidak mudah untuk diwujudkan namun, dengan kerjasama yang baik serta pemfokusan dalam sektor pertanian saya yakin hal ini dapat memberikan perubahan terhadap negara Indonesia.

Minggu, 22 Desember 2013

NILAI WAKTU UANG




NILAI WAKTU UANG

Nilai waktu uang merupakan anlisis yang memberikan konsep uang yang sebarnya dari waktu yang berjalan, nilai waktu uang mempunyai beberapa kategori seperti :
Future Value      
Nilai masa depan merupakan nilai dari jumlah dana yang ada sekarang pada suatu tanggal tertentu di masa depan dengan mengaplikasikan bunga majemuk (compound interest) dalam satu periode waktu tertentu. Compounding merupakan perhitung nilai masa depan berdasarkan nilai masa kini.
Formula dari Future Value:
FV= PV x (1+i)n
Keterangan :
  FV = Future Value / Nilai Mendatang
  PV= Present Value / Nilai sekarang / Arus Kas Awal
  i  = Rate / Tingkat Bunga
  n = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n)

present value (PV)
Selain itu, kita juga bisa menghitung nilai tunai sekarang dari sejumlah uang yang akan diterima dalam suatu periode di masa yang akan datang.
PV = FVn / (1 + r)n
Keterangan :
  PV = Present Value / Nilai Sekarang
  FVn  = Arus kas pada tahun ke-n
  r = Rate / Tingkat bunga
  n = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n)



Mencari nilai i (persentase bunga)
FV = PV x (1+i)n
(1+i)n = FV  / PV



KONSEP ANUITY
Anuitas adalah serangkaian pembayaran dalam jumlah yang sama yang dilakukan selama jangka waktu yang tetap dalam periode yang telah ditentukan. Beberapa contoh dari perhitungan anuitas dalam keuangan individu, misalnya cicilan bulanan kredit mobil atau rumah dan pembayaran biaya kontrak rumah bulanan. Arus kas ini bisa merupakan arus kas masuk sebagai pengembalian atas investasi maupun arus keluar yang dialokasikan sebagai tujuan investasi.

FUTURE VALUE ANUITY
Nilai masa depan anuitas memberikan nilai dari sebuah perencanaan tabungan yang dilakukan secara tetap baik besaran dan waktunya selama jangka waktu tertentu. Misalkan Anda memutuskan untuk menyisihkan atau menabung sebesar Rp 5 juta setiap akhir tahun selama 30 tahun untuk persiapan dana di saat Anda pensiun. Dengan asumsi bunga yang bisa didapat adalah sebesar 12 persen per-tahun, berapa jumlah dana yang terkumpul setelah 30 tahun?
Perhitungan ini dapat dilakukan dengan Rumus dari nilai masa depan Anuitas:
FVA = PMT x (1+i)n-1+ PMT x(1+i)n-2 + … + PMT(1+i)0
di mana :
  FVA  =  Future Value Anuity.
  PMT = Pembayaran secara periodic (ex:  tabungan, cicilan)
  i = tingkat suku bunga
  n =periode.

PRESENT VALUE ANUITY
Sementara itu, nilai tunai (nilai saat ini) dari sejumlah anuitas (PVA à Present Value Anuity) merupakan kebalikan dari FVA,
PVA = PMT/(1+i)1 + PMT/(1+i)2 + … + PMT/(1+i)n
Dimana
  PVA adalah present Value Anuity
  PMT adalah pembayaran (ex: tabungan, cicilan, dll)
  i adalah tingkat suku bunga
  n adalah jangka waktu pembayaran.
PVA Anuitas Biasa
FVA di mana serangkaian pembayarn yang sama jumlahnya dilakukan pada akhir tiap periode.
PVA Anuitas Jatuh Tempo
PVA di mana serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dilakukan pada awal tiap periode.

ALIRAN ARUS KAS YANG TIDAK MERATA
PV = CF1/(1+i)1 + CF2/(1+i)2 + … + CF3/(1+i)n
FV = CF1(1+i)n-1 + CF2(1+i)n-2 + … + CFn
Dimana :
CF = Cas Flow
Dengan dimengerti konsep nilai waktu uang ini maka Anda bisa mempraktekkannya kedalam perencanaan keuangan yang kita dimasa depan.


BREAK EVENT POINT
 
Rumus analisa BEP :
BEP = Total Fixed Cost / (Harga perunit - Variabel Cost Perunit)

Contoh perhitungan :
Seseorang dengan modal Rp 10.000.000 ingin melakukan bisnis usaha makanan martabak telor dengan harga jual per unitnya ialah Rp 15.000. Besar biaya produksi martabak telor tersebut ialah Rp 10.000. Berapa buah kah martabak telor yang harus diproduksi dengan harga Rp. 15.000 untuk mencapai titik BEP?
Jawab :











BEP = 10.000.000 / ( 15.000 - 10.000 )







BEP = 10.000.000 / 5.000







BEP = 2.000 buah







Jadi, untuk mencapai titik BEP, martabak yang harus diproduksi



ialah sebanyak 2.000 buah.

Referensi:
www.imoney.co.id/articles/memahami-nilai-waktu-uang
ardra.biz/ekonomi/...keuangan...keuangan/konsep-nilai-waktu-uang 

BINIS IDEAL



BISNIS IDEAL

Dalam mengutarakan kata bisnis, mayoritas masyarakat umumnya berfikir bisnis itu membutuhkan dana, jawabannya adalah iya, namun dana bukan menjadi peran utama afektifitas bisnis Bagi saya bisnis ideal itu seperti ini:
  • Punya potensi tak terbatas. Secara cepat nilai bisnis itu bisa berkembang sangat pesat, misal dari yang semula nilainya Rp 1 juta menjadi Rp 1 milliar. Seperti harga facebook yang naik secara cepat, meski dengan harga domain yang dulunya dibeli sama dengan harga domain yang anda beli sekarang.
  • Dibutuhkan semua orang di dunia. Jadi tidak terbatas dibutuhkan di wilayah tertentu saja. Sebab pangsa pasar yang besar berarti akan membuat permintaan yang besar. Bisa dibayangkan kalau anda punya toko retail offline, jangkauan wilayah pemasarannya hanya terbatas pada wilayah tersebut.
  • Mudah di-leverage. Mudah berkembang tanpa harus banyak membutuhkan energi dan sumber daya anda. Seperti bisnis franchise yang bisa dikembangkan dengan cepat.
  • Harganya bisa anda tentukan sendiri. Jadi harga tidak ditentukan oleh pasar. Pernah mendengar kan berita harga pakaian bekas orang terkenal yang dijual dengan harga sangat tinggi.
  • Tidak menghabiskan banyak waktu anda. Betul, pada awalnya anda harus memberikan perhatian penuh pada tiap bisnis yang anda rintis itu. Namun setelahnya, anda bisa santai dan tidak terkungkung oleh bisnis anda tersebut. Itu baru bisnis yang ideal!
  • Bisnis jalan sendiri. Tanpa harus anda tangani pun, bisnis tersebut bisa berjalan sendiri
  • Tanpa piutang. Konsumen membayar secara cash. Tidak utang atau kredit. Saat kondisi ekonomi bagus, mungkin memberikan kredit itu bagus. Tapi kalau ekonomi memburuk, rawan terjadi kredit macet.
  • Tak butuh biaya besar. Tanpa harus sewa lokasi usaha yang mahal dan biaya operasional yang tinggi.
  • Mudah dipindahkan. Anda bisa dengan mudah untuk memindahkan bisnis anda dari satu kota ke kota lain. Mungkin anda ingin pindah ke Surabaya, Jakarta, atau kota lainnya, bisnis anda bisa dipindahkan dengan mudah.                                                                                                                                                                                  

MASALAH BREAK EVENT POINT



PERMASALAHN BREAK EVENT POINT

         BEP merupakan sistem analis yang digunakan perusahaan dalam memperkirakan secara tepat biaya modal namun dalam pemakaian analisis ini kita harus menyadari keterbatasan yang dikandung model ini. Kelemahan tersebut adalah sebagai berikut:

1.  Asumsi yang menyebutkan harga jual konstan padahal kenyataannya harga ini kadang-kadang harus berubah sesuai dengan kekuatan permintaan dan penwaran di pasar. Untuk menutupi kelemahan itu, maka harus dibuat analisis sensitivitas untuk harga jual yang berbeda.


2.      Asumsi terhadap cost
Penggolongan biaya tetap dan biaya variable juga mengandung kelemahan. Dalam keadaan tertentu untuk memenuhi volume penjualan , biaya tetap mau tidak mau harus berubah karena pembelian mesin-mesin atau peralatan baru guna meningkatkan volume produksi untuk penjualan. Begitu pula pada perhitungan biaya variable per unit mengalami perubahan karena pada saat tertentu dapat terjadi kenaikan harga bahan baku sehingga menaikkan biaya produksi perusahaan.
3.      Jenis barang yang dijual tidak selalu satu jenis
4.      Biaya tetap juga tidak selalu tetap pada berbagai kapasitas
5.      Biaya variable juga tidak selalu berubah sejajar dengan perubahan volume penjualan.

Namun begitu,asumsi-asumsi terhadap analisis titik impas seperti asumsi terhadap biaya yang dianggap tetap, kapasitas produksi serta tingkat penjualan dengan jumlah dan harga yang juga diasumsikan tetap, maupun biaya variable yang disumsikan berubah sebanding dengan perubahan volume penjualan perlu dilakukan karena untuk dapat membuat suatu model analisis mau tidak mau perlu adanya asumsi yang mendasari perhitungan tersebut, agar perhitungan yang dilakukan dapat menghasilkan hal-hal yang ingin kita prediksi. Kelemahan-kelemahan yang terjadi merupakan resiko dari prediksi yang dilakukan sehingga dalam pengambilan keputusan melalui analisis titik impas tetap perlu adanya kehati-hatian dari manajer guna menghindari kesalahan yang berakibat pada kerugian usaha.

F. ANALISIS SENSITIVITAS (SENSITIVITY ANALYSIS)
·         Merupakan suatu analisis untuk dapat melihat pengaruh2 yang akan terjadi akibat keadaan yang berubah-ubah
·         Tujuan Analisis Sensitivitas :
1.  Memperbaiki cara pelaksanaan proyek/bisnis yang sedang dilaksanakan
2. Memperbaiki design proyek/bisnis sehingga dapat meningkatkan NPV

3.  Mengurangi resiko kerugian dgn menunjukkan beberapa tindakan pencegahan yang harus diambil
Proyek pertanian sangat sensitif (berubah-ubah) akibat 4 hal, yaitu :

1.  Harga Output (apabila penetapan harganya berbeda dengan kenyataan yang terjadi)

2.  Keterlambatan pelaksanaan (keterlambatan inovasi teknologi, pemesanan dan penerimaan teknologi)
3. Kenaikan Biaya
(Input) Umumnya proyek sangat sensitif terhadap perubahan biaya terutama biaya konstruksi

4.  Hasil (memperkirakan hasil, gangguan hama/penyakit, gamgguan musim)
Perubahan keempat variabel tersebut akan mempengaruhi komponen Cashflow (inflow ataupun outflow) yang pada akhirnya akan mempengaruhi Net benefit dan mengubah kriteria investasi.
Cara melakukan Analisis Sensitivitas
Kita memilih sejumlah nilai yang dengan nilai tersebut kita melakukan perubahan terhadap masalah yg dianggap penting pada analisis proyek & kemudian menentukan pengaruh perubahan tsb terhadap daya tarik proyek.
Sejumlah nilai tersebut berdasarkan data-data yang tersedia (ada dasarnya).

Referensi:
yayusrirahmahwahyuni.blogspot.com/.
shelmi.wordpress.com/2009/03/30/break-even-point