Minggu, 22 Desember 2013

MASALAH PERSEDIAAN BARANG DAGANG



MASALAH PERSEDIAAN BARANG DAGANG


Persediaan barang dagang merupakan komponen utama perusahaan dalam mencapai laba maksimal,namun terkadang  kerap terjadi perusahaan yang failure disebabkan permasalahan yang timbul di damalam persediaan barang dagang seperti permasalah:

1.kerusakan barang dagang

2.Adanya hambatan tak terduga

3.waktu tenggang yang terbatas

Masalah-masalah diatas merupakan permasalahan barang dagang, permasalahan ini yang menyebabkan perusahaan tidak mampu meraih laba secara optimal.

KERUSAKAN BARANG DAGANG
Kerusakan barang dagang, menjadi efek permasalahan persediaan barang, kerusakan ini bisa di sebabkan seperti : bencana,dll.

ADANYA HAMBATAN TAK TERDUGA
Adanya hambatan tak terduga seperti adanya kapasitas barang yang kurang efesien,dll. Masalah ini menjadi pengaruh, karena apabila kapasitasnya terbatas dalam keadaan laba super normal perusahaan tidak mampu merespond dengan cepet yang akhirnya opportunity time perusahaan hilang dalam mencapai laba maksimum.

WAKTU TENGGANG BATAS
Masalah ini, umumnya terjadi terhadap semua persediaan barang dagang yang bersifat expired, waktu inilah yang menjadi kendala apabila persedian tidak teralokasikan secara tepat.

Referensi:
zulidamel.wordpress.com/2008/01/02/persediaan
loephi-luluk.blogspot.com 

MASALAH KOMUNIKASI



MASALAH KOMUNIKASI

Masalah komunikasi, merupakan masalah yang terjadi antara kedua belah pihak atau lebih, yang menjadikan sasaran maupun tujuan mereka tidak tercapai karena adanya misinformation, hala ini di sebabkan oleh beberapa aspek permasalahan komunikasi seperti :

1. Hambatan Teknis
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.

2. Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.
Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yang digunakannya.

3. Hambatan Manusiawi
Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.
Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup :

A. Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan, pencarian informasi, penyaringan informasi.

1. Completeness (Lengkap)
Suatu pesan atau informasi dapat dikatakan lengkap, bila berisi semua materi yang diperlukan agar penerima pesan dapat memberikan tanggapan yang sesuai dengan harapan pengirim pesan
2. Conciseness (Singkat)
Suatu pesan dikatakan concise bila dapat mengutarakan gagasannya dalam jumlah kata sekecil mungkin (singkat, padat tetapi jelas) tanpa mengurangi makna, namun tetap menonjolkan gagasannya.
3. Consideration (Pertimbangan)
Penyampaian pesan, hendaknya menerapkan empati dengan mempertimbangkan dan mengutamakan penerima pesan.
4. Concreteness (konkrit)
Penyampaian pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang gambalang, pasti dan jelas.
5. Clarity (Kejelasan)
Pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah diinterpretasikan serta memiliki makna yang jelas.
6. Courtessy (Kesopanan)
Pesan disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang sopan, akan memupuk hubungan baik dalam komunikasi bisnis.
7. Correctness (ketelitian)
Pesan hendaknya dibuat dengan teliti, dan menggunakan tata bahasa, tanda baca dan ejaan dengan benar (formal atau resmi)

B. Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai yang dianut .

Referensi:
https://id-id.facebook.com/...MASALAH-MASALAH-KOMUNIKASI/30
ms.wikipedia.org/wiki/Komunikas 

MASALAH PENJUALAN

MASALAH PENJUALAN


Pejualan, merupakan wadah produsen dalam mencapai tingkat laba maksimum, melalui penjualan perusahaan mampu meraih keuntungan maksimal, namun dalam beberapa pandangan , penjualan yang menjadi acuan untama produsen terkadang membawakan sejumlah kerugian besar, hal ini di sebabkan karena adanya permasalahan ataupun dampak negative di dalam penjualan yang di sebabkan banyaknya produsen.
Permasalahan penjualan antara lain:
1.Daya monopoli tinggi
2.Adanya oligopoli
3.Bebasnya keluar masuk pasar

DAYA MONOPOLI TINGGI
Kemampuan perusahaan umumnya mampu mencapai maksimalisasi laba , namun karena adanya seorang produsen yang mempunyai daya monopoli tinggi,menyebabkan permasalahan pasar, yang artinya sumber keuangan masyarakat tidak teralokasikan merata sehingga beberapa perusahaan mengalami permasalahan dalam pejualan.

ADANYA OLIGOPOLI
Sifat yang satu ini sebenarnya tidak diperbolehkan pemerintah, karena sistem ini membentuk sifat daya monopoli melalui beberapa produsen saja untuk mencapai maksimal laba tersendiri, masalah ini
juga menjadi efek utama yang menyebabkan perusahaan failure dalam penjualan.

BEBASNYA KELUAR MASUK PASAR
Yang dimaksud bebasnya keluar masuk pasar, adalah ketika keadaan pasar sedang dalam keadaan laba super normal bagi perusahaan , banyaknya perusahaan yang masuk sehingga dalam jangka panjang perusahaan lain mengalami masalah penjualan.


Referensi:
www.wirausaha-online.com/tag/solusi-masalah-penjualan
www.syariahonline.com

Minggu, 15 Desember 2013

MASALAH PENDISTRIBUSIAN




MASALAH PENDISTRIBUSIAN


Masalah pendistribusian, merupakan masalah yang dapat merubah faktor harga suatu barang yang di sebabkan adanya kendala maupun masalah dalam pendistribusian, masalah ini kerap terjadi seiring perubahan tekhnologi, adanya lonjakan harga bukan saja di sebabkan karena mahalnya biaya produksi , melainkan biaya pendistribusian yang menjadi acuan harga, pada dasarnya harga suatu barang akan di bedakan oleh kawasan yang memang membutuhkan biaya extra dalam pendistribusian barang tersebut, dan juga masalah ini juga tidak bisa dikatakan cukup dengan biaya tambahan dalam pendistribusian, namun faktor masalah pendistribuasian juga akan mengakibatkan hambatan dalam pendistribusian yang akhirnya biaya distribusi barang akan menjadi lebih tinggi.

Masalah pendistribusian meliputi:
1)      Tekhnologi
2)      Kecelakaan kecil maupun besar
3)      Jarak antar kawasan dan keadaan kawasan

TEKHNOLOGI
                Berjalannya waktu membuat tekhnologi semakin berkembang,perkembangan tekhnologi menjadi acuan yang tidak bisa di hindarkan, apabila kecanggihan ini tidak terpenuhi maka pendistibusian-pun akan terhambat , hal ini menyebabkan sejumlah surplus konsumen akan hilang, karena masyarakat akan beralih terhadap barang lain.

KECELAKAAN KECIL ATAUPUN BESAR
                Faktor penghambat pendistribusian inipun sering terjadi, yang menyebabkan keterlambatan pengiriman product, hal ini juga mengacu mengurangi tingkat surplus konsumen apabila barang tersebut memiliki elastisitas.

JARAK ANTAR KAWASAN DAN KEADAAN KAWASAN

                Faktor ke-3 yang menjadi permasalahan pendistribusian jarak anatar kawasan, karena jauhnya kawasan akan menentukan jumlah waktu yang di butuhkan untuk pendistribusian, yang artinya, pengiriman product tidak bisa di lakukan secara cepat, melainkan harus di awal waktu,hal ini agar surplus konsumen tidak hilang.


                 Permasalahan distributor dalam mendistribusikan barangnya tidak luput dari masalah yang sudah disebutkan, masalah ini memang kerap terjadi, antisipasi terhadap problematika ini harus mampu di atasi untuk bisa mengatasi perekonomian, karena apabila terlambat perekonomian masyarakat akan terhambat karena adanya lonjakan harga, dan akan menghilangkan tingkat surplus konsumen dalam jumlah besar terhadap permintaan barang.

SUMBER REFERENSI:
digilib.its.ac.id/.../ITS-Undergraduate-9897-2597109007-Chapter1.pdf
 www.beritasatu.com/.../108830-kpu-siapkan-antisipasi-kendala-distribusI