Rabu, 16 April 2014

INDUSTRI YANG MEMBERIKAN PENGARUH TERHADAP INCOME INDONESIA

PT.UNILIVER INDONESIA,Tbk

PT Unilever Indonesia Tbk telah berada di Indonesia sejak tahun 1933 atau 80 tahun yang lalu. Saat pertama didirikan di Indonesia, Unilever masih bernama Lever’s Zeepfabrieken NV. Di lokasi pertamanya, di Angke, Jakarta Barat, yang memproduksi sebuah sabun cuci batangan bernama Sunlight.

Perusahaan Belanda itu terus melesat sebagai salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods(FMCG) terdepan yang menguasai 60 persen pasar FMCG Indonesia. Salah seorang yang sukses membawa produk-produk Unilever menjadi kebutuhan pokok di Indonesia adalah President Director PT Unilever Indonesia Tbk, Maurits Daniel Rudolf Lalisang.

Pria kelahiran Makassar itu pun berkesempatan untuk membagi ilmu dan pengalamannya bersama para siswa Binus Business School, Jakarta, Rabu (30/10/2013) malam. "Saya yakin, di setiap rumah, sekarang paling tidak pasti pakai satu produk Unilever," kata Maurits.

Pada tahun 1982, PT Unilever Indonesia Tbk mulai "melantai" di lantai bursa dan menawarkan saham perdananya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. Penjualan yang sangat baik ditunjukkan oleh dua usaha utama, yakni Home and Personal Care dengan penjualan bersih sebesar Rp 17,2 triliun dan Foods & Beverages sebesar Rp 6,3 triliun.

Produk-produk home and personal care seperti Ponds, Dove, Clear, Sunsilk, Domestos, Molto, Rexona, Pepsodent, Rinso, Close Up, Zwitsal, Wipol, Super Pell, dan sebagainya. Hingga saat ini, sebanyak 73 persen warga Indonesia menggunakan produk Unilever ini. Sementara 27 persen sisanya, warga memilih untuk mengonsumsi produk food and beverages, seperti kecap Bango, mentega Blue Band, es krim Walls, teh Sari Wangi, Buavita, Royco, dan Lipton Ice Tea.

Pertumbuhan yang baik produk-produk PT Unilever Indonesia Tbk ditunjukkan dengan keuntungan yang didapatkan setiap tahunnya. Pada tahun 2000, keuntungan yang didapat mencapai Rp 810 miliar. Kemudian, di tahun 2005, profit semakin bertambah mencapai Rp 1,44 triliun.

Peningkatan ini terus terjadi berturut-turut. Di tahun 2010, angka keuntungan mencapai Rp 3,39 triliun. Pada tahun 2012, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 4,84 triliun.

Keuntungan yang besar itu, kata Maurits, tak lepas dari inovasi yang terus diciptakan Unilever. Menurut dia, sebuah inovasi telah menciptakan nilai lebih sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menyajikan produk-produk yang terus disempurnakan.

Salah satu contoh inovasi itu dengan membuat kemasan, mulai dari sachet, tube, hingga kemasan tube dispenser atau kemasan menarik lainnya. Beragamnya kemasan tersebut, membuat produk menjadi beragam ukurannya.

Tiap tahunnya, paling tidak Unilever menciptakan sebanyak 60 inovasi baru. Inovasi itu juga ditunjukkan dengan inovasi jenis bentuk produk. Misalnya Sunlight yang awalnya berbentuk batangan terus diciptakan inovasi bentuk cair. Begitu pula dengan deodoran Rexona, dari bentuk roll on menjadi spray.

"Saya pikir, masyarakat adalah aset berharga perusahaan. Jadi, kami akan terus berupaya untuk memuaskan masyarakat dengan inovasi yang diciptakan. Inovasi juga yang telah menyelamatkan perusahaan dari kelesuan pasar pada tahun 2010," kata Maurits.

Selain melalui inovasi ukuran dan bentuk, Unilever juga berinovasi dalam menyediakan beragam pilihan merek untuk jenis produk yang sama. Contohnya untuk perawatan wajah, ada produk Citra bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, kemudian Fair and Lovely, dengan harga menengah, kemudian satu tingkat di atasnya, ada produk Ponds.



Walaupun telah menjadi pemimpin pasar, PT Unilever Indonesia Tbk terus memperluas pasar. Jika pasar makin luas, pendapatan pun akan terus membesar.

Untuk mempertahankan konsumen dan meningkatkan laba tiap tahunnya, Maurits mengatakan PT Unilever Indonesia Tbk tak berhenti untuk terus menciptakan inovasi. Misalnya saja dengan mendorong konsumen untuk memakai produk lebih banyak.

Apabila selama ini masyarakat lebih mengenal Citra sebagai produk pelembut kulit yang hanya dapat digunakan di rumah, Unilever Indonesia kemudian menciptakan Rumah Cantik Citra. Di sana, konsumen bisa merasakan dipijat dengan Citra.

Inovasi serupa juga dilakukan untuk produk food and beverages. Misalnya, produk es krim Magnum. Unilever juga menciptakan Magnum Cafe di Grand Indonesia dan konsumen dapat mencoba berbagai inovasi kuliner dengan campuran es krim Magnum.

Dengan kemajuan yang terus diraih oleh Unilever, publik selalu menyangka Unilever selalu sukses dalam meraih keuntungan dan memikat hati pasar. Padahal, dalam merumuskan sebuah kebijakan di perusahaan tersebut, karyawan terkecil pun harus dapat mendiskusikan produk yang akan diciptakan.

"Segala sesuatu dimulai dari konsumen. Kita semua harus mengetahui hal yang paling terdalam dan diinginkan oleh para konsumen. Jangan ragu untuk melihat ke pasar dan warung," ujar pria penyuka Guns N Roses tersebut.

Di dalam memimpin perusahaannya, Maurits selalu mengarahkan karyawannya untuk dapat menjadi manajer. Saat bergabung bersama Unilever, selama 18 bulan pertama, karyawan harus menjadi orang yang serius agar nantinya dapat menjadi seorang manajer yang baik.

Di kantornya, ia juga membangun sebuah gym di lantai paling atas gedung. Maurits memiliki alasan tersendiri mengapa ia membangun gym di lantai atas. Hal ini dimaksudkan agar karyawan-karyawannya dapat berolahraga sambil rileks melihat pemandangan yang ada.

Unilever Indonesia sejauh ini telah membuka lapangan kerja bagi 6.043 karyawannya dan 30.000 lapangan kerja yang berkaitan dengan Unilever. Tak hanya terus membuka lapangan kerja, Unilever Indonesia juga terus berupaya untuk menanamkan modal lebih besar lagi di Indonesia.

Pada tahun 2011, belanja modal PT Unilever Indonesia, Tbk mencapai Rp 1,7 triliun, dan total selama 3 tahun terakhir mencapai Rp 4,2 triliun.
Kemudian, produk Paddle Pop yang disasar untuk anak-anak, dan ada produk Magnum dengan sasaran anak muda dan eksekutif muda.

REFERENSI:

1.www.unilever.co.id/id/aboutus/ourhistory
2.perry-syah.blogspot.com/.../profil-pt-unilever-indonesia-tbk.ht... 

PAKAR EKONOMI ISLAM

IBNU KHALDUN (PAKAR EKONOMI ISLAM)

Ibn Khaldun kemukakan teori ekonomi Islam.Ibn Khaldun atau nama sebenarnya Wali al-Din Abd al-Rahman bin Muhammad bin Abu Bakar Muhammad bin al-Hasan lahir di Tunis pada 1 Ramadan 732H Keluarganya berasal daripada keturunan Arab Hadramaut yang pernah menetap di Serville, Italy, dan Sepanyol Akhirnya berpindah dan menetap di Afrika Utara semasa pemerintahan Hafs Abu Zakariyya, pemerintah Tunis pada waktu itu. Seperti yang dinyatakan sebelum ini, Ibn Khaldun mendapat pendidikan dalam pelbagai ilmu Islam seperti al-Quran, al'Hadith, perundangan Islam, kesusasteraan, falsafah, bahasa, dan mantik. Antara gurunya ialah Muhammad Ibrahim al-Abili, Abu Abd Allah al-Jayyani, Abd Allah Muhammad bin Abd al-Salam.   Ibn Khaldun menjadi cendekiawan yang agung sehingga disanjung oleh Barat kerana buah fikirannya, Walau bagaimana pun jarang umat Islam mengkajinya.
Sebenarnya, sumbangan pemikiran Ibn Khaldun dalam ekonomi banyak dimuatkan dalam hasil karya agungnya, al Muqaddimah. Antara teori ekonomi yang terdapat dalam karyanya masih lagi relevan dengan masalah ekonomi semasa.   Ibn Khaldun telah membincangkan beberapa prinsip dan falsafah ekonomi seperti keadilan (al adl), hardworking, kerjasama (cooperation), kesederhanaan (moderation), dan fairness.   Berhubung dengan keadilan (Justice), Ibn Khaldun telah menekankan bahawa keadilan merupakan tulang belakang dan asas kekuatan sesebuah ekonom. Apabila keadilan tidak dapat dilaksanakan, sesebuah negara akan hancur dan musnah.  
Menurut beliau, ketidakadilan tidak sahaja difahami sebagai merampas wang atau harta orang lain tanpa sebarang sebab yang diharuskan. Malah, mengambil harta orang lain atau menggunakan tenaganya secara paksa atau membuat dakwaan palsu terhadap orang lain. Begitu juga kalau meminta seseorang melakukan sesuatu yang berlawanan dengan Islam. Beliau mengkategorikan perampas harta orang lain secara tidak sah hingga memberi kesan kepada kehidupan isteri dan keluarga sebagai paling tidak adil. Menurut beliau lagi, seseorang yang membeli harta seseorang dengan harga yang paling murah termasuk dalam kategori memiliki harta cara yang tidak betul.  
Ketidakadilan seumpama di atas membawa kepada kejatuhan sesebuah negara dan keruntuhan sesebuah tamadun dengan segera. Menurut Ibn Khaldun, atas sebab sebab tersebutlah semua bentuk ketidakadilan dilarang oleh Islam.    

Manusia dan Ekonomi
Berdasarkan analisis mendalam, didapati kesemua teori ekonomi dan idea Ibn Khaldun tentang manusia berdasarkan kepada prinsip-prinsip dan falsafah Islam. Ibn Khaldun tidak melihat fungsi utama manusia dalam aktiviti perekonomiannya seumpama haiwan ekonomi (economic animal). Sebaliknya beliau menganggap manusia itu sebagai manusia Islam (Islamic man/homo Islamicus) yang memerlukan pengetahuan ekonomi untuk memenuhi misinya di atas muka bumi ini.  
Dalam hal ini, Ibn Khaldun menekankan perlunya manusia menjauhi perbuatan jahat. Sebaliknya manusia wajib mengikuti ajaran Islam sebagai model untuk memperbaiki dirinya dan mesti memberikan keutamaan kepada kehidupan akhirat. 

Teori Pengeluaran    
Ibn Khaldun mengemukakan teori bahawa kehidupan perekonomian sentiasa menghala ke arah pelaksanaan keseimbangan antara penawaran dengan permintaan. Menurut beliau pengeluaran berasaskan kepada faktor buruh dan kerjasama masyarakat. Bahkan beliau menganggap buruh merupakan faktor terpenting dalam proses pengeluaran walaupun faktor-faktor lain seperti tanah tersedia, tenaga buruh perlu untuk menghasilkan matlamat akhir.  

Selain itu beliau berpendapat bahawa kenaikan yang tetap pada paras harga amat perlu untuk mengekalkan tahap produktiviti. Dalam hal ini beliau menyarankan agar masyarakat melakukan perancangan supaya setiap bidang pekerjaan dilakukan oleh orang yang mahir dan cekap.  
Walau bagaimanapun, pertumbuhan ekonomi (economic growth) dan pembahagian tenaga buruh bergantung rapat dengan pasaran. Di sini dapatlah dinyatakan bahawa teori pembahagian tenaga buruh, pengkhususan tenaga buruh, dan pertukaran yang dikemukakan oleh Ibn Khaldun 100 tahun lebih awal daripada Adam Smith yang juga mengemukakan teori yang sama.  

Teori Nilai, Wang dan Harga  
Ibn Khaldun tidak secara jelas membezakan antara teori nilai diguna (use value) dengan nilai pertukaran (exchange value). Tetapi beliau dengan tegas berhujah bahawa nilai sesuatu barangan bergantung kepada nilai buruh yang terlibat dalam proses pengeluaran.  
"Semua usaha manusia dan semua tenaga buruh perlu digunakan untuk mendapatkan modal dan keuntungan. Tidak ada jalan lain bagi manusia untuk mendapatkan keuntungan melainkan melalui penggunaan buruh, kata Ibn Khaldun.    

Teori Pengagihan  
Menurut Ibn Khaldun harga barangan terdiri daripada tiga elemen utama iaitu gaji atau upah, keuntungan, dan cukai. Ketiga-tiga elemen ini merupakan pulangan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, beliau membahagikan ekonomi kepada tiga sektor iaitu sektor pengeluaran, pertukaran, dan perkhidmatan awam.   Menurut Ibn Khaldun, nilai atau harga sesuatu barangan sama dengan kuantiti buruh yang terlibat dalam pengeluaran barangan berkenaan. Harga buruh merupakan asas kepada penentuan harga sesuatu barangan dan harga buruh itu sendiri ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran dalam pasaran.   Manakala keuntungan terhasil daripada perbezaan yang diperoleh oleh peniaga antara harga jualan dengan harga belian. Namun begitu perbezaan antara kedua-dua harga itu.\



REFERENSI:

1.http://alhakelantan.tripod.com
2.http://skpdl2u.blogspot.com/2012/05/ibnu-khaldun-pakar-ekonomi-islam.html
3.bukuibnukhaldun.blogspot.com/2013/06/siapakah-ibnu-khaldun.html




PENDAPATAN PER-KAPITA INDONESIA VERSUS MALAYSIA

A.INDONESIA



Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita 2013 mencapai Rp 36,5 juta. Kepala BPS Suryamin menuturkan, ada laju peningkatan sebesar 8,88 persen dibanding PDB per kapita tahun 2012 yang sebesar Rp 33,5 juta.

Suryamin menjelaskan, kenaikan ini disebabkan realisasi PDB Indonesia sepanjang 2013 yang mengalami peningkatan. "Hal ini meningkatkan PDB per kapita kita pada tahun lalu menjadi Rp 36,5 juta. Sedangkan di 2012 dan 2011, realisasi PDB per kapita masing-masing sebesar Rp 33,5 juta dan Rp 30,7 juta," kata dia di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Sepanjang 2013, PDB Indonesia tercatat sebesar Rp 9.084 triliun Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB). Sedangkan PDB Atas Dasar Harga Konstan (tahun 2000) adalah Rp 2.770,3 triliun. Untuk kuartal-IV 2013 sendiri PDB ADHB sebesar Rp 2.367,9 triliun, dan ADHK sebesar Rp 699,9 triliun. Angka ini naik dibanding kuartal-IV 2012, di mana PDB ADHB sebesar Rp 2.092,4 triliun dan ADHK sebesar Rp 662,1 triliun.

Suryamin menyebut, kenaikan PDB ini menyumbang peningkatan pendapatan per kapita. Namun, jika diukur dengan dollar AS, maka PDB terlihat mengalami penurunan. "Memang ada penurunan kalau dihitung pakai dollar AS, karena ada pelemahan nilai tukar rupiah," kata Suryamin.

Sepanjang 2013, PDB per kapita orang Indonesia sebesar 3.499,9 dollar AS. Sedangkan pada 2012 mencapai 3.583,2 dollar AS, dan pada 2011 sebesar 3.525,2 dollar AS.

Di sisi lain, Produk Nasional Bruto (PNB) AHDB pada 2013 sebesar 3.391,6 dollar AS atau Rp 35,4 juta. Angka ini naik 8,72 persen dibanding realisasi 2012 yang sebesar Rp 32,5 juta.

B.MALAYSIA


        Menelusuri negara tetangga yang satu ini , telah lama menjadi pesaing berat negara Indonesia, menurut database diatas perhitungan GNP, Malaysia terhadap Indonesia jauh berbanding, jika kita mengacu pada US$, Indonesia hanya mampu meraih pendapatan per-kapita dalam tahun 2013 sebesar $ 4,380, hal ini   jauh jika kita melihat GNP malaysia yaitu sebesar $14,603.




C. ANALISIS

        Jika kita menganalisis, ratio, Indonesia terhadap Malaysia jelas berbeda jauh, jika memandang dari kesejahteraan masyarakat, jelas Malaysia lebih makmur karena pendapatan Malaysia lebih besar dengan jumlah populasi lebih kecil deibandingkan dengan negara Indonesia.

        hal ini juga dipandang karena Malaysia sudah mampu menaikan nilai mata uang terhadap pengaruh inflasi dan deflasi, namun Indonesia yang sedang giat membangun belum mampu mencapai nilai intrinstik uang seperti halnya Malaysia, jadi sangatlah wajar jika populasi Malaysia dalam keadaan makmur, karena dengan nilai ringgit yang cukup tinggi masyarakat Malaysia umumnya bisa mengkonsumsi komoditas Indonesia dengan harga yang murah karena nilai intrinstik tersebut, Mengapa demikian ?.
        karena jika Indonesia menaikan nilai intrinstik , kita asumsikan nilai mata uang Indonesia kita naikan sebanding dengan negara Malaysia , jelas pada saat itu juga Indonesia akan kehilangan surplus pendapatan, karena Indonesia belum mempunyai tekhnologi sebanding dengan Malaysia, yang artinya komoditas dengan level endah jika dinaikan harganya maka penawaran akan menurun drastis karena mereka para konsumen berfikir untuk komoditas yang kualitasnya juga belum tentu baik dengan harga yang tinggi, tentu saja terlalu tinggi harganya, itu sebabnya jika Indonesia mengalami deflasi, maka nilai surplus tadi akan diturunkan dengan mengalokasikannya ke sektor yang lain agar surplus tadi bisa menjadi pengeluaran, dan nilai uang mencapai titik keseimbangan agar pendapatan untuk tahun berikutnya Indonesia tidak mengalami inflasi.
Indonesia bisa mencapai kemakmuran seperti halnya Malaysia jika ,ketimpangan produksi Indonesia dicampurkan dengan cara memodernisasi sektor yang ada, agar kedepannya, kualitaslah yang diutamakan.


REFERENSI:

1.www.beritakaget.com/.../pendapatan-perkapita-malaysia-tahun-2013.htm.
2.https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid
3.www.investor.co.id/home/malaysia-jadi-negara-maju...ri-baru.../73738
4.m.kompasiana.com/post/read/401471/1