Senin, 24 November 2014

Perkembangan Koperasi Di Indonesia

    Perkembangan koperasi sudah memberikan banyak kontribusi terhadap perekonomian
Indonesia. Koperasi mengalami tingkat pertumbuhan yang cukup baik dalam 10 tahun
terakhir ini. Sekarang ini, koperasi di Indonesia berjumlah sekitar 206.288 unit koperasi
(per Juni 2014). Koperasi tersebut, sudah menyerap sekitar 463.141 tenaga kerja Indonesia.
Volume usaha koperasi ini sudah mencapai sekitar 125 triliun (per Juni 2014) (Anonim, 2014).
    Dalam pertumbuhan tersebut, intervensi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan
koperasi cukup besar. Hal ini dibuktikan dengan usaha kementerian koperasi dan UKM dalam
mengupayakan pertumbuhan KUD. Kementerian koperasi dan UKM menargetkan
KUD menguasai 40% distribusi pupuk bersubsidi. Tahap awal, distribusi pupuk
tersebut akan dimulai dengan target 25%. Jika, proses distribusi tersebut berjalan
dengan baik maka distribusi tersebut akan ditingkatkan menjadi 40% (Anonim, 2014).
     Upaya tersebut dilakukan karena Koperasi sangat dibutuhkan di dalam perekonomian
Indonesia. Namun, upaya yang dilakukan kementerian koperasi dan UKM ini tidak cukup
tanpa adanya pembenahan kompetensi SDM koperasi. Maka dari itu, untuk menunjang
permasalahan ini kementerian koperasi dan UKM mencoba untuk memperbaiki kompetensi
SDM koperasi. Perbaikan ini dilakukan dengan cara memberikan edukasi secara langsung
melalui acara expo pembiayaan KUKM 2014 di Gedung SME Tower Jakarta. Di dalam 
acara tersebut anggota koperasi diharapkan dapat berkonsultasi dengan baik (Anonim, 2014).
   

DAFTAR PUSTAKA :
Anonim. 2014. Kemenkop UKM Gelar Expo Pembiayaan 2014, catat tanggalnya.                    
        http://www.depkop.go.id. 27 November 2014.
Anonim. 2014. Kemenkop Upayakan KUD Kuasai 40% Distribusi Pupuk Bersubsidi.      
       http://www.depkop.go.id. 27 November 2014.

Sisa Hasil Usaha (SHU)

     Sisa hasil usaha (SHU) adalah selisih lebih dari seluruh pemasukan dan pengeluaran
selama operasional koperasi. SHU ini dapat dilihat melalui laporan keuangan koperasi
yang diterbitkan. SHU tersebut tidak semuanya dibagikan kepada anggota koperasi.
Namun, ada sebagian yang didistribusikan kembali ke dalam modal koperasi.
Pendistribusian modal ini dilakukan agar tidak menganggu produktivitas koperasi
(Sitio dan Tamba, 2001).
     Produktivitas itu adalah kegiatan operasional koperasi dalam mendapatkan laba.
kegiatan tersebut dibagi menjadi dua kegiatan yaitu kegiatan primer dan kegiatan sekunder.
Dalam kegiatan primer ini, koperasi hanya mendapatkan pendapatannya dalam operasional
utama. Contoh operasional utama itu adalah jual dan beli, simpan dan pinjam dan lain-lain.
Sedangkan kegiatan sekunder adalah kegiatan dalam mendapatkan pendapatan selain
dari pada operasional inti. contoh kegiatan sekunder ini adalah deposito dana menganggur,
dan lain-lain. Dari kegiatan tersebut, koperasi mendapatkan pendapatan komprehensive yang
akan ditandingkan dengan beban-beban selama periode bersangkutan untuk menghasilkan
SHU (Sitio dan Tamba, 2001).
     Seperti yang telah disampaikan pada paragraf sebelumnya, SHU yang didapat dari
operasional tersebut didistribusikan kepada anggota koperasi dan sebagian lagi dikembalikan
ke dalam modal koperasi. Dalam pembagian SHU kepada anggota koperasi maka Syarat dan
prinsip-prinsip harus diterapkan. Umumnya, prinsip-prinsip pembagian SHU tersebut harus
meliputi azas keadilan, demokrasi, dan transparansi. Syarat ini harus dijadikan sebagai
panduan pembuatan peraturan SHU dan dijelaskan secara rinci kepada anggota koperasi.
Syarat tersebut berguna untuk menghindari hal-hal negative dalam membagikan sisa hasil
usaha (Sitio dan Tamba, 2001).

DAFTAR PUSTAKA :
Sitio, Arifin dan Tamba, Halomoan. 2001. Koperasi Teori dan Praktik. Jakarta: Penerbit
        Erlangga.

Selasa, 18 November 2014

Rapat Anggota

      Rapat anggota koperasi adalah perkumpulan yang diadakan oleh anggota
koperasi untuk membahas topik tertentu. Rapat tersebut dapat diadakan dalam
bulanan, triwulan, dan tahunan. Rapat ini, berfungsi sebagai wadah pertemuan anggota
koperasi. Umumnya, Rapat itu membahas tentang tata kelola koperasi. Di dalam rapat ini,
anggota koperasi menggunakan hak suaranya untuk dapat memberikan pandangannya.
      Hak suara itu adalah hak anggota koperasi untuk dapat berbicara di dalam rapat
anggota. Hak suara tersebut dimiliki oleh semua anggota koperasi. Hak suara ini, digunakan
untuk memberikan arahan, pendapat, dan lain-lain. Hak suara angota koperasi juga
dijadikan suatu ukuran dalam menentukan keputusan yang diambil. Dalam mengambil
keputusan, hak suara tertinggi dari anggota koperasi yang akan diambil.



Selasa, 30 September 2014

Koperasi Sukses

      Koperasi sukses adalah koperasi yang dapat mencapai target visi dan misi
sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Visi dan misi koperasi ini, memiliki arti
yang cukup luas. Visi itu adalah target utama koperasi di masa yang akan datang.
Sedangkan misi itu adalah target yang dibuat untuk membantu pencapaian suatu visi
koperasi tersebut. Setiap koperasi memiliki visi dan misi yang berbeda-beda. Perbedaan
visi dan misi koperasi tersebut dapat disebabkan oleh luasnya aktivitas koperasi.
      Aktivitas koperasi itu adalah kegiatan operasional koperasi dalam mengelola kegiatannya
untuk mendapatkan pendapatan. Aktivitas koperasi ini, dapat dibedakan menjadi dua bagian
yaitu, aktivitas eksternal dan aktivitas internal. Aktivitas eksternal itu adalah aktivitas
pengembangan suatu badan usaha untuk mengadakan bentuk kerjasama terhadap badan
usaha lainnya. Sedangkan, aktivitas internal itu adalah aktivitas inti suatu badan usaha dalam
mengelola kegiatannya. Umumnya, semakin besar aktivitas usaha suatu koperasi maka
semakin besar potensi kesuksesan koperasi tersebut.

Koperasi

      Koperasi adalah salah satu bentuk badan usaha yang melaksanakan
kegiatan operasionalnya dengan menggunakan prinsip koperasi.
Badan usaha koperasi ini, dimiliki oleh anggota koperasi. Anggota koperasi
itu adalah perorangan yang ikut berkontribusi dalam modal maupun tenaga
di dalam aktivitas operasional koperasi. Anggota koperasi tersebut, memiliki
peran ganda di dalam kegiatan operasionalnya yaitu, sebagai pemilik dan sebagai
pengguna layanan koperasi. Anggota koperasi ini juga, memiliki hak suara atas
kepemilikan koperasi.

Ekonomi

     Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam menentukan
pilihan-pilihan ekonomi. Pilihan-pilihan ekonomi ini, dapat terdiri dari kelangkaan
atas suatu sumber daya dan lain sebagainya. Setiap manusia pasti akan dihadapkan
dengan pilihan-pilihan ekonomi tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukannya ilmu
ekonomi. Jadi pada dasarnya ilmu ekonomi ini berguna untuk mengatasi masalah
pilihan-pilihan ekonomi tersebut.

Diri Saya

        Nama saya Dwi Purwadi. Saya memiliki hobi dalam menganalisis data.
                S                 P             S          P      O         Kt.pel                               
Saya ini, menyukai metode belajar dengan sistem analisis.
    S            P            O                           Kt.cara                           
Sistem analisis itu, memberikan fakta berdasarkan data 
           S                   P               O            Kt.pel                                         
dari setiap obyek yang diobservasi.

Berdasarkan fakta ini, saya dapat mengambil keputusan dengan cepat dan akurat.
    Kt.sebab                  S              P                            O             

Minggu, 11 Mei 2014

PEMIKIRAN SEORANG MAHASISWA GUNADARMA


            Indonesia merupakan merupakan negara yang mempunyai SDM,SDA,yang sangat membangggakan, namun hal yang sangat mengecewakan adalah, kemampuan menejemen serta hilangnya SDM Indonesia yang memang berkualitas serta berwawsan , mereka lebih memilih memajukan bangsa lain dengan lantaran gaji yang diberikan dari pada harus mengabdi terhadap negara sendiri.
             Indonesia mempunyai  populasi tinggi, namun SDM Indonesia hanya dikendalikan oleh perusahaan - perusahaan asing, padahal jika kita melihat dari aspek harta , Indonesia mempunyai harta yang berlimpah, namun tidak banyak dari mereka memahami hal ini, dan mau untuk memulai mendirikan bangsa.
         Assets sumber daya alam Indonesia yang tidak terolah dengan sempurna membuat Indonesia sulit untuk berkembang menjadi negara maju, jika Indonesia mau memfokuskan diri terhadap assets ini, saya sendiri sebagi penulis yakin dalam rentang yang tidak terlalu lama  Indonesia sudah mampu menjadi negara maju dan menjadi negara induk peng-ekspor bahan pangan, maupun hasil alam lainnya.
           Hal inilah yang harus kita perhatikan bersama, penulis sendiri menerapkan suatu konsep , " jangan melihat burung garuda itu secara fisiknya, tapi lihatlah apa yang mampu ia berikan di setiap kepakan sayapnya"
kata-kata ini bermakna jangan pernah melihat bangsa Indonesia dari segi korupsi, maraknya perbuatan nonasusila, dll, tapi lihatlat apa yang diberikan Indonesia untuk setiap tanahnya, kita bisa melihat aspek yang sangat bermanfaat, tanah yang subur, nuansa alam yang indah, dll.
Pemikiran Penulis Untuk Bisa membangun Bangsa Ini Menjadi lebih baik:
  • Pemanfaatan Assets vital Indonesia secara optimal.                 
  • pembuatan struktur aliran yang menjelaskan target pencapaian.
  • kesinergian antara satu dengan lainya , baik secara vertikal maupun horizontal

  1. Pemanfaatan Assets vital Indonesia secara optimal.                                                                      
    Pemanfaatan sumberdaya alam secara optimal , akan memberikan nilai intrinstik tersendiri terhadap negara Indonesia yang akan menjadi kekuatan Indonesia untuk menjadi negara maju, mungkin kita akan mengkritik, tekhnologi Indonesia belum memumpuni untuk hal semacam ini, jelas penulis sendiri membantah "salah ", Indonesia sudah memumpuni, namun terkadang riset&pengembangan Indonesia yang kurang mmenjalani tugas secara effesien, dalam hal ini yang dibutuhkan adalah, sistem menejemen Indonesia yang harus dibenahkan, untuk bisa mencapai program ini dengan baik, serta kepercayaan masyarakat yang harus dibangun sejak dini, agar mampu memberikan sinergi yang positif, dan mau untuk bekerjasama membangun bangsa ini, seperti pengadaan sosialisasi tentang bahayanya sistem monopoli, yang hanya memberikan manfaat jangka pendek, dengan adanya sosialisasi secara optimal, informasi yang diterima masyarakat-pun akan membuahkan hasil yang cukup efectif, mungkin dari segi biaya cukup besar, namun dengan pengendalian menejemen yang effetif, hal ini mampu ditunjang dengan baik, seperti pendirian lembaga, yang mengontrol masyarakat serta memberikan informasi yang cukup memadai untuk sekala per-geografis.                                                  
  2. pembuatan struktur aliran yang menjelaskan target pencapaian.                                                                                                                                                                                         Program ke-2, lebih mengacu pada kejelasan suatu pencapaian target , kita asumsikan Indonesia ingin memperbesar fungsi export dari pada impor dalam bidang bahan mentah/ hasil alam, (terlepas kebutuhan dalam negeri /domestik), Pemerintah harus mampu memberikan suatu aliran product yang, jelas, sehingga pencapaian target dari bawahan-pun mudah dikolaborasikan dengan baik, sehingga, jika Indonesia menargetkan pencapaian suatu laba, dengan  adanya sinergi yang baik antara petani dan pemerintah sebagai pengendali, maka prencanaan tersebut akan tercapai dengan baik, dan jika, hal ini tidak membuahkan hasil, kita bisa mengetahui dimana letak hambatan tersebut, sehingga bisa diatasi dengan sesegera mungkin.                                                                                                                                                     
  3. kesinergian antara satu dengan lainya , baik secara vertikal maupun horizontal.                                                                                                                                                                           
    Program yang ke-3 , program inilah kunci dari kesuksesan suatu negara dalam membangun negaranya sendiri, adanya sinergi antar pemerintah dengan masyarakat akan menjadikan jembatan penghubung suatu target, tanpa adanya ini, perencaan-pun tidak akan berjalan secara effesien.







Referensi:
1. Pemikiran krisis penulis secara mengglobal 





MANFAAT SOFTSKILLS DIDALAM KEHIDUPAN

             Softskill, merupakan keahlian khusus yang dimiliki seseorang yang membedakan dirinya dengan orang lain, menurut penulis sendiri mendefenisikan tentang softskills, softskills adalah pembelajaran secara tidak langsung yang membentuk karakter pribadi seseorang tanpa disadarinya, dalam hal ini penulis merasakan sendiri hal yang berbeda didalam diri penulis terhadap kemampuan orang lain, mungkin kalau kita melihat dari segi aspek belajar, dengan fasilitas yang sama, fakultas maupun jurusan yang sama, tidak ada perbedaan yang jelas terlihat, namun nilai ataupun value yang membedakan kita dengan mahasiswa ataupun orang lain terletak didalam softskill yang kita miliki, yang nantinya menuntun hardskill menjadi lebih optimal.
          Pembelajaran ataupun study softskill, sangat dibutuhkan, dalam pembentukan karakter sangat sulit untuk dikembangkan dalam waktu yang cepat, didalam rentang waktu ataupun leadtime yang begitu padat terkadang kita mengabaikan softskill dan lebih mengutamakan hardskill, dengan adanya pembelajaran softskill, ini sangat membantu dalam hal menejemen waktu karena adanya nilai ataupun faktor yang menggerakan kita (didalam kesibukan belajar dalam pemenuhan kebutuhan hardskills) untuk mengembangkannya.
 fungsi softskill menurut penulis sendiri diklasifikasikan kedalam beberapa fungsi :
  • Pembentukan Karakter Pribadi Seseorang.
  • Pelengkap Ilmu Hardskills.
  • Pembuka Wawasan Secara Meluas.
  • Sebagai Peningkat Daya Kritik. 
  1. Pembentukan Karakter Pribadi Seseorang.                                                                                                                                                                                                                           softskills merupakan penunjang yang sangat effesien dalam pembentukan karakter pribadi seseorang, dengan adanya softskills nilai maupun daya tarik seseorang bisa untuk dibedakan dengan karekter -karakter pribadi lainnya.                                                                                                                                                           
  2. Pelengkap Ilmu Hardskills.                                                                                                                                                                                                                                                              Hardskills, merupakan suatu ilmu yang biasanya kita dapatkan ditempat-tempat yang bernuansa pendidikan secara formil , yang dirasakan secara bersamaan, didalam kaitan ini, jika kita melihat dunia secara mengglobal pemenuhan hardskills saja belum cukup untuk menjadikan kita sebagai SDM yang kompetetif, banyak SDM yang berstatuskan S1,S2 bahkan S3, namun tidak heran jika kita pernah mendengar menejer suatu prusahaan dipimpin oleh seoarang yang menyadang gelar S1 dan lebih ekstrimnya lagi mereka yang menyandang gelar S3 hanya menjadi bawahannya, hal ini mungkin akan menimbulkan pertanyaan mengapa demikian ?, benar !, softskill," jawabannya, dari permasalahan inilah mengapa softskills sangat dibutuhkan, yaitu untuk melengkapi semua ilmu yang berstatuskan hardskills menjadi ilmu yang bermanfaat secara meluas dan dapat dikembangkan lagi secara optimal.
  3. Pembuka Wawasan Secara Meluas.                                                                                                                       
                                                                               
    wawasan, merupakan kunci keberhasilan, semakin luasnya suatu wawasan semakin tinggi nilai seseorang atau daya tarik seseorang yang mengikatnya, mungkin kita bisa menganalisis lebih dalam, mengapa seseorang bisa menggapai karirnya dengan cepat,mengapa dengan kelas serta universitas yang sama, angkatan yang sama serta materi hardskills yang sama sesorang mengalami perbedaan dalam jenjang karir , mengapa demikian ?, benar !, softskills" jawabannya, dengan mencoba mengembangkan softskills secara terus menerus, hal ini telah menjadi pemicu awal wawasan seseorang berkembang secara luas.                                                                
  4. Sebagai Peningkat Daya Kritik.                                                                                                                                                                                                         seseorang itu bisa dinilai , apakah seseorang itu berilmu atau tidak, itu bermula dari daya kritiknya, seseorang yang mempunyai materi pembelajaran serta study yang sama belum tentu memiliki daya critical yang sama juga, hal ini jika kita melihat dari sudut pandang aspek apa yang membedakan daya kritik seseorang,?,jelas saya sendiri sebagai penulis akan menjawab ," perkembangan softskills-nya yang sangat meluas, yang menyebabkan dia untuk berfikir sebelum bertindak, karena banyaknya informasi yang telah ia dapatkan ia mampu memberikan kritikan yang bernilai, serta memberikan aspek nilai tersendiri.         



  • Referensi:                                                                                                                                          Pengalaman Organisasi "pon-pes raudhatul ulum"                                                                            Pemngembangan study khusus softskills UNIVERSITAS GUNDARMA   















                                                                                                                                                                                                                                                                                     

CARA MENGURANGI PEMBERIAN SUBSIDI DI INDONESIA

             Indonesia, merupakan negara yang menganut sistem campuran, perkembangan Indonesia sampai kini telah memberikan apresiasi yang cukup besar terhadap negaranya, namun jika dilihat dari sudut pandang pertumbuhan, Indonesia memang mengalami masa - masa perkembangan yang cukup pesat, namun hal ini belum bisa dirasakan masyarakat Indonesia secara meluas, upaya pemerintah Indonesia dalam membantu serta membangun Indonesia dengan pemberian subsidi cukup krusial, kita melihat upaya pemerintah dalam pemberian subsidi memang cukup optimal , mulai dari pemberian subsidi langsung maupun tak langsung, seperti subsidi beras, dll.

            Namun disisi lain Indonesia juga mengalami penderitaan, karena banyaknya subsidi yang harus didistribusikan terhadap masyarakat , membuat pemerintah sulit mengambil keputusan dalam hal pengurangan faktor penerimaan pajak, kita bisa menganalisis bahwa dana subsidi tak lain hanya dana pajak yang didistribusikan kembali kepada masyarakat secara meluas, effect yang mejadi pemicu utama selain pajak penghasilan yang menjadi faktor utama penerimaan pajak adalah, pajak lainnya seperti PPnBM, terlalu banyaknya barang mewah seperti halnya kendaraan roda dua, maupun roda empat , telah meluap di Indonesia yang membuat sejumlah pekerjaan membutuhkan leadtime yang cukup panjang, kemacetan terjadi dimana-mana, hal ini tak lain karena maraknya barang mewah yang menjadi pemicu utama kemacetan, mungkin kita akan bertanya , kenapa pemerintah tidak mengurangi import barang mewah ?, benar !, Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah populasi yang tinggi, hal ini yang membuat pemerintah harus berupaya mencari sumber dana pajak yang akan dialokasikan sebagai subsidi terhadap masyarakat.
             Jika kita lihat secara sekilas memang upaya ini sangat mencerminkan kinerja yang baik, namun dalam hal pertumbuhan, Indonesia mengalami resesi pertumbuhan, karena dana subsidi lebih besar dari pada dana yang disisihkan untuk menunjang Indonesia maupun membiayai segala macam upaya perkembangan Indonesia dalam menciptakan tekhnologi, maupun hal lainnya yang dengan tujuan untuk membangun bangsa Indonesia.
              Ini memang menjadi dilema , disisi lain masyarakat harus dilayani, disisi lain Indonesia tidak bisa terus menerus melakukan saluran distribusi subsidi yang sangat krusial, dari hal ini akan muncul pertanyaan, terkhusus untuk para ekonom, bagaimana sebaiknya ?, benar!, kita harus mencari alternative yang mampu menunjang kemakmuran masyarakat, serta mengurangi subsidi Indonesia.
hal berikut ini cara yang cukup effesien untuk diterapkan.
  • Memberikan Kredit Usaha.
  • Penginvestasian Dalam Bentuk Pertanian.
  • Membuka Lemabaga Serikat Pekerja.
  • Mengoptimalkan Pendidikan Dengan Tingkat Kerja.
  • Memberikan Saluran Distribusi Untuk SumberdayaYang Telah Dihasilkan
    1. Memberikan Kredit Usaha.
                                                                                      Memberikan kredit usaha , merupakan alat dari beberapa alternative yang mampu menunjang kemakmuran, di-Indonesia sendiri hal ini telah dilakukan oleh pemerintah, tapi mengapa subsidi masih juga belum bisa dikurangkan ?, benar!, kurangya pengetahuan masyarakat dalam program pemerintah yang satu ini, telah membuat rencana pemberian dana kredit untuk modal usaha menjadi kurang effesien, jadi hal yang harus difokuskan adalah, bagaimana pemerintah mengadakan sosialisasi program pemberian modal ini, agar masyarakat sendiri mengetahui semua informasi terkait dengan program ini, mulai dari : Prosedur pengkreditan, Pembayaran bunga dll.                                                                                                                                         
    2. Penginvestasian Dalam Sektor Pertanian. 
                                                                    Penginvestasian dalam sektor pertanian , program yang satu ini mampu menunjang stabilitas harga pasar , jika kita lihat kembali sudut pandang harga komoditas di-Indonesia sangatlah tinggi, maraknya harga telah membuat masyarakat kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya, pengambilan tindakan untuk penginvestasian sektor pertanian mampu mengurangi anggaran import di-Indonesia sendiri, dan hal ini juga mengurangi angka pengangguran di-Indonesia, karena terbukanya lowongan pekerjaan, yang artinya juga Indonesia mampu membuat masyarakat untuk tumbuh produktif.                                                                                                       
    3. Membuka Lembaga Serikat Pekerja.                                                                                        
        
                                                                             Membuka lembaga serikat pekerja , program yang ke-3 ini memang sudah diupayakan pemerintah dalam memanfaatkan SDM Indonesia agar lebih produktif seperti pengadaan TKI dll, namun scure yang masih menjadi harapan masyarakat terhadap para pekerja, sekaligus faktor yang mengurangi daya masyarakat untuk tumbuh produktif, jadi untuk pengeffesienan program pemereintah sendiri harus tegas dan mampu memberikan keamanan terhadap para pekerjanya sendiri.                                                                                                                                                               
    4. Mengoptimalkan Pendidikan Dengan Tingkat Kerja.
       
                                                                            Kurangnya optimalisasi didunia pendidikan telah membuat masyarakat enggan untuk tumbuh produktif serta membantu bangsa Indonesia untuk berkembang, jika kita melihat mengapa masih banyak anak jalanan disetiap lampu merah ?, padahal pemerintah telah berupaya banyak didunia pendidikan seperti pemberian dana BOS, sekolah gratis dll ?, benar!,  kurangnya perhatian pemerintah dalam hal kecil seperti (tingkat pendidikan )yang menjadi faktor utama  anak-anak jalanan enggan bersekolah, jika kita hitung, untuk setiap harinya, anak-anak jalanan ini harus mengeluarkan minimal uang sebesar Rp,5000 , hanya untuk uang saku saja,jika kita kalikan selama 6 tahun maka sebesar Rp,9510,000, ini hanya dalam biaya makan, belum lagi biaya kerja kelompok, buku tulis, pulpen, dengan semua beban yang telah diusahakan anak-anak jalanan ini mereka tidak mendapatkan jaminan kerja untuk SDM setingkat SD, hal inilah yang menjadi pemicu maraknya anka jalanan dan ini harus dipikirkan kedepannya, dengan mengoptimalkan dunia pendidikan agar SDM indonesia mampu berkembang produktif.
                                                                                                                                                                   
    5. Memberikan Saluran Distribusi Untuk SumberdayaYang Telah Dihasilkan.
       
                                                                    Memberikan saluran distribusi untuk sumberdaya yang telah dihasilkan, terkadang kita melihat bahwa negara kita memiliki aset sumberdaya yang sangat banyak namun kenapa pemerintah masih saja melakukan import beras, dan sumberpangan lainnya?,benar!, kurangnya fasilitas yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat dalam mendistribusikan hasil alam, hal inilah mengapa terkadang suatu propinsi sulit mendapatkan beras, dll, karena tidak optimalnya saluran distribusi yang dimiliki masyarakat, mungkin masyarakat memiliki lahan beberapa hektar, namun tidak banyak dari mereka yang mendistribusikan hasil alam ke- antar pulau ataupun propinsi, hal ini yang memicu kekurang hasil alam per-propinsi yang munkin disebabkan karena faktor alam, dan pemicu besarnya fungsi import pangan Indoesia, jadi hal yang harus ditempuh pemerintah adalah mengadakan bagan yang menjadi kedali kontrol terhadap hasil alam, sehingga, hasil alam juga teralokasikan secara merata, dan permintaan import-pun bisa dikurangkan.
Referensi:
1. Buku teori ekonomi Pratama Raharja
2. Pemikiran Krisis kelompok mahasiswa gunadarma




















 lalu

Rabu, 16 April 2014

INDUSTRI YANG MEMBERIKAN PENGARUH TERHADAP INCOME INDONESIA

PT.UNILIVER INDONESIA,Tbk

PT Unilever Indonesia Tbk telah berada di Indonesia sejak tahun 1933 atau 80 tahun yang lalu. Saat pertama didirikan di Indonesia, Unilever masih bernama Lever’s Zeepfabrieken NV. Di lokasi pertamanya, di Angke, Jakarta Barat, yang memproduksi sebuah sabun cuci batangan bernama Sunlight.

Perusahaan Belanda itu terus melesat sebagai salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods(FMCG) terdepan yang menguasai 60 persen pasar FMCG Indonesia. Salah seorang yang sukses membawa produk-produk Unilever menjadi kebutuhan pokok di Indonesia adalah President Director PT Unilever Indonesia Tbk, Maurits Daniel Rudolf Lalisang.

Pria kelahiran Makassar itu pun berkesempatan untuk membagi ilmu dan pengalamannya bersama para siswa Binus Business School, Jakarta, Rabu (30/10/2013) malam. "Saya yakin, di setiap rumah, sekarang paling tidak pasti pakai satu produk Unilever," kata Maurits.

Pada tahun 1982, PT Unilever Indonesia Tbk mulai "melantai" di lantai bursa dan menawarkan saham perdananya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. Penjualan yang sangat baik ditunjukkan oleh dua usaha utama, yakni Home and Personal Care dengan penjualan bersih sebesar Rp 17,2 triliun dan Foods & Beverages sebesar Rp 6,3 triliun.

Produk-produk home and personal care seperti Ponds, Dove, Clear, Sunsilk, Domestos, Molto, Rexona, Pepsodent, Rinso, Close Up, Zwitsal, Wipol, Super Pell, dan sebagainya. Hingga saat ini, sebanyak 73 persen warga Indonesia menggunakan produk Unilever ini. Sementara 27 persen sisanya, warga memilih untuk mengonsumsi produk food and beverages, seperti kecap Bango, mentega Blue Band, es krim Walls, teh Sari Wangi, Buavita, Royco, dan Lipton Ice Tea.

Pertumbuhan yang baik produk-produk PT Unilever Indonesia Tbk ditunjukkan dengan keuntungan yang didapatkan setiap tahunnya. Pada tahun 2000, keuntungan yang didapat mencapai Rp 810 miliar. Kemudian, di tahun 2005, profit semakin bertambah mencapai Rp 1,44 triliun.

Peningkatan ini terus terjadi berturut-turut. Di tahun 2010, angka keuntungan mencapai Rp 3,39 triliun. Pada tahun 2012, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 4,84 triliun.

Keuntungan yang besar itu, kata Maurits, tak lepas dari inovasi yang terus diciptakan Unilever. Menurut dia, sebuah inovasi telah menciptakan nilai lebih sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menyajikan produk-produk yang terus disempurnakan.

Salah satu contoh inovasi itu dengan membuat kemasan, mulai dari sachet, tube, hingga kemasan tube dispenser atau kemasan menarik lainnya. Beragamnya kemasan tersebut, membuat produk menjadi beragam ukurannya.

Tiap tahunnya, paling tidak Unilever menciptakan sebanyak 60 inovasi baru. Inovasi itu juga ditunjukkan dengan inovasi jenis bentuk produk. Misalnya Sunlight yang awalnya berbentuk batangan terus diciptakan inovasi bentuk cair. Begitu pula dengan deodoran Rexona, dari bentuk roll on menjadi spray.

"Saya pikir, masyarakat adalah aset berharga perusahaan. Jadi, kami akan terus berupaya untuk memuaskan masyarakat dengan inovasi yang diciptakan. Inovasi juga yang telah menyelamatkan perusahaan dari kelesuan pasar pada tahun 2010," kata Maurits.

Selain melalui inovasi ukuran dan bentuk, Unilever juga berinovasi dalam menyediakan beragam pilihan merek untuk jenis produk yang sama. Contohnya untuk perawatan wajah, ada produk Citra bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, kemudian Fair and Lovely, dengan harga menengah, kemudian satu tingkat di atasnya, ada produk Ponds.



Walaupun telah menjadi pemimpin pasar, PT Unilever Indonesia Tbk terus memperluas pasar. Jika pasar makin luas, pendapatan pun akan terus membesar.

Untuk mempertahankan konsumen dan meningkatkan laba tiap tahunnya, Maurits mengatakan PT Unilever Indonesia Tbk tak berhenti untuk terus menciptakan inovasi. Misalnya saja dengan mendorong konsumen untuk memakai produk lebih banyak.

Apabila selama ini masyarakat lebih mengenal Citra sebagai produk pelembut kulit yang hanya dapat digunakan di rumah, Unilever Indonesia kemudian menciptakan Rumah Cantik Citra. Di sana, konsumen bisa merasakan dipijat dengan Citra.

Inovasi serupa juga dilakukan untuk produk food and beverages. Misalnya, produk es krim Magnum. Unilever juga menciptakan Magnum Cafe di Grand Indonesia dan konsumen dapat mencoba berbagai inovasi kuliner dengan campuran es krim Magnum.

Dengan kemajuan yang terus diraih oleh Unilever, publik selalu menyangka Unilever selalu sukses dalam meraih keuntungan dan memikat hati pasar. Padahal, dalam merumuskan sebuah kebijakan di perusahaan tersebut, karyawan terkecil pun harus dapat mendiskusikan produk yang akan diciptakan.

"Segala sesuatu dimulai dari konsumen. Kita semua harus mengetahui hal yang paling terdalam dan diinginkan oleh para konsumen. Jangan ragu untuk melihat ke pasar dan warung," ujar pria penyuka Guns N Roses tersebut.

Di dalam memimpin perusahaannya, Maurits selalu mengarahkan karyawannya untuk dapat menjadi manajer. Saat bergabung bersama Unilever, selama 18 bulan pertama, karyawan harus menjadi orang yang serius agar nantinya dapat menjadi seorang manajer yang baik.

Di kantornya, ia juga membangun sebuah gym di lantai paling atas gedung. Maurits memiliki alasan tersendiri mengapa ia membangun gym di lantai atas. Hal ini dimaksudkan agar karyawan-karyawannya dapat berolahraga sambil rileks melihat pemandangan yang ada.

Unilever Indonesia sejauh ini telah membuka lapangan kerja bagi 6.043 karyawannya dan 30.000 lapangan kerja yang berkaitan dengan Unilever. Tak hanya terus membuka lapangan kerja, Unilever Indonesia juga terus berupaya untuk menanamkan modal lebih besar lagi di Indonesia.

Pada tahun 2011, belanja modal PT Unilever Indonesia, Tbk mencapai Rp 1,7 triliun, dan total selama 3 tahun terakhir mencapai Rp 4,2 triliun.
Kemudian, produk Paddle Pop yang disasar untuk anak-anak, dan ada produk Magnum dengan sasaran anak muda dan eksekutif muda.

REFERENSI:

1.www.unilever.co.id/id/aboutus/ourhistory
2.perry-syah.blogspot.com/.../profil-pt-unilever-indonesia-tbk.ht...